Sabtu, 06 Oktober 2012

IMPLEMENTASI TEKNOLOGI PENDIDIKAN DALAM PEMBELAJARAN


IMPLEMENTASI TEKNOLOGI PENDIDIKAN DALAM PEMBELAJARAN


I.      PENDAHULUAN

Seiring dengan kemajuan teknologi yang mengglobal telah terpengaruh dalam segala aspek kehidupan baik dibidang ekonomi, politik, kebudayaan seni dan bahkan di dunia pendidikan. Masyarakat Indonesia sekarang ini dan dimasa mendatang merupakan masyarakat yang berbudaya teknologi, yaitu bahwa perkembangan teknologi telah berlangsung sedemikian rupa hingga tersebar luas dan memengaruhi segenap bidang kehidupan. Teknologi, sebagai struktur, proses, dan artefak, merupakan ciri imperative perkembangan masyarakat masa depan. Mengingat bahwa teknologi itu berkembang dan merupakan bagian integral dalam segala bidang kehidupan, maka teknologi dalam bidang pendidikan harus pula dapat dikembangkan, dikendalikan, dan didayagunakan untuk dapat membantu terwujudnya amanat UUD 1945 mencerdaskan kehidupan bangsa.
Perkembangan kajian teknologi pendidikan menghasilkan berbagai konsep dan praktek pendidikan yang banyak memanfaatkan media sebagai sumber belajar. Oleh karena itu, terdapat persepsi bahwa teknologi pendidikan sama dengan media, padahal kedudukan media berfungsi sebagai sarana untuk mempermudah dalam penyampaian informasi atau bahan belajar.
Dari segi sistem pendidikan, kedudukan teknologi pendidikan berfungsi untuk memperkuat pengembangan kurikulum terutama dalam disain dan pengembangan, serta implementasinya, bahkan terdapat asumsi bahwa kurikulum berkaitan dengan “what”, sedangkan teknologi pendidikan mengkaji tentang “how”. Dalam kaitannya dengan pembelajaran, teknologi pendidikan memperkuat dalam merekayasa berbagai cara dan teknik dari mulai tahap disain, pengembangan, pemanfaatan berbagai sumber belajar, implementasi, dan penilaian program dan hasil belajar.
Teknologi Informasi dalam pendidikan adalah suatu teknologi yang digunakan untuk mengolah data, termasuk memproses, mendapatkan, menyusun, menyimpan, memanipulasi data dalam berbagai cara untuk menghasilkan informasiyang berkualitas, yaitu informasi yang relevan, akurat, tepat waktu dan merupakan informasi yang strategis untuk pengambilan keputusan. Teknologi ini menggunakan seperangkat komputer untuk mengolah data, sistem jaringan untuk menghubungkan satu komputer dengan komputeryang lainnya sesuai dengan kebutuhan, dan teknologi telekomunikasi digunakan agar data dapat disebar dan diakses secara global.

II. PEMBAHASAN

A.    Pengertian Teknologi Pendidikan
Sebelum membahas teknologi pendidikan terlebih dahulu perlu diketahui pengertian teknologi. Kata Teknologi seringkali oleh masyarakat diartikan sebagai alat elektronik. Tapi oleh ilmuwan dan ahli filsafat ilmu pengetahuan diartikan sebagai pekerjaan ilmu pengetahuan untuk memecahkan masalah praktis. Jadi teknologi lebih mengacu pada usaha untuk memecahkan masalah manusia.
Menurut Yp Simon (1983), teknologi adalah  “Suatu displin rasional yang dirancang untuk meyakinkan penguasaan dan aplikasi ilmiah”.
Sedangkan An berpendapat bahwa: “Teknologi tidak perlu menyiratkan penggunaan mesin, akan tetapi lebih banyak penggunaan unsur berpikir dan menggunakan pengetahuan ilmiah”
Menurut Paul Saetiles (1968): “Teknologi selain mengarah pada permesinan, teknologi meliputi proses, sistem, manajemen dan mekanisme kendali manusia dan bukan manusia”. Pengertian Teknologi Pendidikan diabad ke dua puluh meliputi lentera pertama  proyektor slide, kemudian radio dan kemudian gambar hidup. Sedangkan abad 19 ke bawah sampai lima belas teknologi lebih diartikan papan tulis dan buku.
Menurut Prof. Sutomo dan Drs. Sugito, M.Pd: “Teknologi Pendidikan adalah proses yang kompleks yang terpadu untuk menganalisis dan memecahkan masalah belajar manusia/ pendidikan”.
Menurut ”Mackenzie, dkk” (1976): “Teknologi Pendidikan yaitu suatu usaha untuk mengembangkan alat untuk mencapai atau menemukan solusi permasalahan”.

Jadi Teknologi Pendidikan adalah segala usaha untuk memecahkan masalah pendidikan. Lebih detail dapat disimpulkan bahwa:
1. Teknologi pembelajaran / teknologi pendidikan adalah suatu disiplin/bidang (field of study)
2. Istilah teknologi pembelajaran dipakai bergantian dengan istilah teknologi pendidikan tujuan utama teknologi pembelajaran adalah (1) untuk memecahkan masalah belajar atau memfasilitasi pembelajaran; dan (2) untuk meningkatkan kinerja.
3. Dalam mewujudkannya menggunaka pendekatan sistemik (pendekatan yang holistic/komprehensif, bukan pendekatan yang bersifat parsial);
4. Kawasan teknologi pembelajaran dapat meliputi kegiatan yang berkaitan dengan analisis, desain, pengembangan, pemanfaatan, pengelolaan, implementasi dan evaluasi baik proses-proses maupun sumber-sumber belajar.
5. Teknologi pembelajaran tidak hanya bergerak di persekolahan tetapi juga dalam semua aktifitas manusia (seperti perusahaan, keluarga, organisasi masyarakat, dan lain-lain) sejauh berkaitan dengan upaya memecahkan masalah belajar dan peningkatan kinerja.
6. Yang dimaksud dengan teknologi disini adalah teknologi dalam arti luas, bukan hanya teknologi fisik (hardtech), tetapi juga teknologi lunak (softtech).
7. Teknologi Pendidikan lebih dari perangkat keras. Ia terdiri dari desain dan lingkungan yang melibatkan pelajar.
8. Teknologi dapat juga terdiri segala teknik atau metode yang dapat dipercaya untuk melibatkan pelajaran; strategi belajar kognitif dan keterampilan berfikir kritis.
9. Belajar teknologi dapat dilingkungan manapun yang melibatkan siswa belajar secara aktif, konstruktif, autentik dan kooperatif seta bertujuan.

B.     Implementasi Teknologi Pendidikan
Teknologi pendidikan dapat diimplementasikan dalam pembelajaran di sekolah, banyak media yang dapat digunakan sehingga pembelajaran tersebutn terkesan moder dan tidak membosankan. Apabila konsep atau pengertian teknologi pendidikan kita analisis, kita akan memperoleh pedoman umum aplikasi sebagai berikut :
1. Memadukan berbagai macam pendekatan dari bidang psikologi, komunikasi, manajemen, rekayasa, dan lain-lain secara bersistem.
2. Memecahkan masalah belajar pada manusia secara menyeluruh dan serempak, dengan memerhatikan dan mengkaji semua kondisi dan saling kaitan diantaranya.
3. Digunakannya teknologi sebagai proses dan produk untuk membantu memecahkan masalah belajar.
4. Timbulnya daya lipat atau efek sinergi, di mana penggabungan pendekatan dan atau unsur-unsur mempunyai nilai lebih dari sekadar penjumlahan. Demikian pula pemecahan secara menyeluruh dan serempak akan mempunyai nilai lebih daripada memecahkan masalah secara terpisah.

Teknologi pembelajaran memiliki lima kawasan yang menjadi bidang garapnya, baik sebagai objek formal maupun objek materinya, yaitu desain, pengembangan, pemanfaatan, pengolahan, evalusi sumber dan proses belajar. Oleh karenanya aplikasi teknologi pembelajaran juga tidak terlepas dari lima kawasan tersebut. Seels dan Richey (1994) menjelaskan bahwa demi menjaga keutuhan definisi (teknologi pembelajaran) kegiatan-kegiatan dalam setiap kawasan teknologi pembelajaran dapat dikaitkan baik kepada proses maupun sumber pembelajaran.
Aplikasi teknologi pada pendidikan secara langsung akan mempengaruhi keputusan-keputusan tentang proses pendidikan yang spesifik. Umpama : aplikasi itu mempunyaidampak penting terhadap isi (content) yang akan diajarkan, tingkat standarisasi dan pemilihan isi, jumlah dan kualitas sumber-sumber yang tersedia.
Masalah-masalah pokok yang dihadapi pendidikan di Indonesia yang terpenting adalah mengenai : peningkatan mutu, pemerataan kesempatan pendidikan, dan relevansi pendidikan dengan pembangunan nasional. Demikian luas dan jauhnya jangkauan yang hendak dicapai oleh program pembangunan pendidikan kita, padahal di lain pihak sumbersumber yang tersedia bertambah terbatas dan langka.
Pada dasarnya atmosfer pembelajaran merupakan hasil sinergi dari tiga komponen pembelajaran utama, yakni siswa, kompetensi guru, dan fasilitas pembelajaran. Ketiga prasyarat tersebut pada akhirnya bermuara pada areaproses dan model pembelajaran. Model pembelajaran yang efektif antara lain memiliki nilai relevansi dengan pencapaian tujuan pembelajaran dan memberi peluang untuk bangkitnya kreativitas guru. Kemudian berpotensi mengembangkan suasana belajar mandiri selain dapat menarik perhatian siswa dan sejauh mungkin memanfaatkan momentum kemajuan teknologi khususnya dengan mengoptimalkan fungsi teknologi informasi.
Seiring perkembangan zaman, penggunaan sistem konvensional sudah tidak efektif sebab dianggap sangat lambat dan tidak seiring dengan perkembangan teknologi informasi dimana pertukaran informasi menjadi semakin cepat dan instan. Sehingga ketidakefektifan adalah katayang paling cocok untuk sistem ini. Sistem konvensional seharusnya sudah ditinggalkan sejak ditemukannya media komunikasi multimedia sebagai bentuk kemajuan teknologi informasi. e-Education, istilah ini mungkin masih asing bagi bangsaIndonesia. e-education (Electronic Education) ialah istilah penggunaan teknologi informasi di bidang pendidikan.
Masalah-masalah pokok yang dihadapi pendidikan di Indonesia yang terpenting adalah mengenai : peningkatan mutu, pemerataan kesempatan pendidikan, dan relevansi pendidikan dengan pembangunan nasional. Demikian luas dan jauhnya jangkauan yang hendak dicapai oleh program pembangunan pendidikan kita, padahal di lain pihak sumbersumber yang tersedia bertambah terbatas dan langka. Kenyataan-kenyataan yang dikemukakan di atas menunjukkan bahwa pemecahan masalah-masalah pendidikan kita membutuhkan alternatif-alternatif lain disamping caracara penyelesaian yang konvensional yang dikenal selama ini. Berbagai potensi yang dimiliki oleh teknologi dalam pendidikan lantas memungkinkannya diajukan sebagai suatu alternatif untuk memecahkan masalah-masalah tadi. Secara umum aplikasi teknologi dalam pendidikan akan mampu :
1. Menyebarkan informasi secara meluas, seragam dan cepat.
2. Membantu, melengkapi dan (dalam hal tertentu) menggantikan tugas guru.
3. Dipakai untuk melakukan kegiatan instruksional baik secara langsung maupun sebagai produk sampingan.
4. Menunjang kegiatan belajar masyarakat serta mengundang partisipasi masyarakat.
5. Menambah keanekaragaman sumber maupun kesempatan belajar.
6. Menambah daya tarik untuk belajar.
7. Membantu mengubah sikap pemakai.
8. Mempengaruhi pandangan pemakai terhadap bahan dan proses.
9. Mempunyai keuntungan rasio efektivitas biaya, bila dibandingkan dengan sistem tradisional. (Miarso, 1981)

C.    Manfaat Teknologi Pendidikan dan Kekurangannya
Banyak manfaat yang ditimbulkan dari pemanfaatan teknologi pendidikan dalam pembelajaran ini. Bagi sekolah yang telah maju dan modern dalam bidang teknologi  maka akan tidak mudah dalam hal implementasinya bagi media pembelajaran bagi siswa, apalagi hal ini ditambah dengan dukungan SDM guru yang telah tinggi. Tetapi meskipun demikian hal itu bias berbanding terbalik jika teknologi pendidikan tersebut diimplementasikan pada sekolah yang terletak pada daerah terpencil, pinggiran, ataupun di daerah perdesaan.
Sebenarnya dapat dilihat banyak sekali manfaat yang ditimbulkan dari pengadaan teknologi pendidikan ini, dibawah ini akan disebutkan beberapa manfaat yang ditimbulkan dari adanya teknologi pendidikan dan kekurangan yang akan terjadi:
1. Manfaat teknologi pendidikan
• Teknologi Pendidikan sebagai peralatan untuk mendukung konstruksi pengetahuan:
  Untuk mewakili gagasan pelajar pemahaman dan kepercayaan
 Untuk organisir produksi, multi media sebagai dasar pengetahuan pelajar.
• Teknologi pendidikan sebagai sarana informasi untuk menyelidiki pengetahuan yang mendukung pelajar :
 Untuk mengakses informasi yang diperlukan.
 Untuk perbandingan perspektif, kepercayaan dan pandangan dunia.
  Teknologi pendidikan sebagai media sosial untuk mendukung pelajaran dengan berbicara.
 Untuk berkolaborasi dengan orang lain.
 Untuk mendiskusikan, berpendapat dan membangun konsensus antara anggota sosial.
• Teknologi pendidikan sebagai mitra intelektual untuk  mendukung pelajar
 Untuk membantu pelajar mengartikulasikan dan memprentasikan apa yang mereka ketahui.
  Teknologi pendidikan dapat meningkatkan mutu pendidikan/sekolah.
• Tekonologi pendidikan dapat meningkatkan efektifitas dan  efisiensi proses belajar mengajar.
•Teknologi pendidikan dapat mempermudah mencapai tujuan pendidikan.

2. Kekurangan teknologi pendidikan
• Pihak guru yang tidak bisa mengoperasikan/menguasai  elektronika akan tertinggalkan oleh siswa.
• Teknologi pendidikan memerlukan SDM yang berkualitas  untuk bias mempercepat inovasi sekolah, sedangkan realita masih kurang
• Teknologi pendidikan baik itu hardware maupun soffware  membutuhkan biaya yang mahal.
• Keterbatasan sarana prasarana sekolah akan menghambat  inovasi pendidikan.
• Penggunaan teknologi pendidikan dalam bentuk Hardware  memerlukan control yang tinggi dari guru atau orang tua terutama internet dan software.
   Siswa yang tidak mempunyai motivasi yang tinggi  cenderung gagal.


III. PENUTUP

Paradigma baru pendidikan memihak kepada pemilihan mutu pendidikan dengan mengedepankan prinsip dan praktek otonomi, akuntabilitas, akreditasi dan evaluasi. Untuk mencapai mutu tersebut tidak lain juga dengan penerapan teknologi yang tepat. Penerapan teknologi dalam pendidikan di era global informasi tidak lain adalah bentuk aplikasi jenisjenis teknologi informasi mutakhir dalam praktek pendidikan.
Teknologi pendidikan pada hakekatnya adalah pemecahan masalah pendidikan (tindak belajar manusia) dari segala aspek, bukan hanya digunakannya mesin-mesin atau alat-alat elektronik dfalam pendidikan.Teknologi pembelajaran memiliki lima kawasan yang menjadi bidang garapnya, baik sebagai objek formal maupun objek materinya, yaitu desain, pengembangan, pemanfaatan, pengolahan, evalusi sumber dan proses belajarAplikasi teknologi Pembelajaran Pendidikan Multikultural ini hanya dilakukan penulis pada Kawasan Desain dengan subkategori Desain Sistem Pembelajaran. Walau hanya pada subkategori kawasan, namun kelima langkah dalam menyusun desain sistem pembelajaran menunjukkan sinergitas antara berbagai kawasan Teknologi Pembelajaran: Desain, Pengembangan, Pemanfaatan, Pengolahan, dan Evaluasi Sumber dan Proses Belajar.
Perkembangan Teknologi Pembelajaran yang linear dengan perkembangan teknologi harus disikapi secara hati-hati oleh Teknolog Pendidikan. Praktik Teknologi Pembelajaran harus memperhatihan Kawasan, Konsep Utama dan ciri khas Teknologi pembelajaran. Hal ini mutlak diperlukan untuk mengukuhkan keberadaan Teknologi Pembelajaran itu sendiri.Aplikasi Teknologi Pembelajaran Pendidikan Multikultural dapat dikembangkan tidak hanya untuk pembelajaran yang terkait erat dengan budaya itu sendiri (seperti pendidikan multikultural), namun dapat dikembangkan ke pembelajaran yang lain melihat substansi dari kaitan antara budaya dan substansi materi.

DAFTAR PUSTAKA

·         Andi Afifuddin. 2007. Penggunaan metode E-Learning Dalam Proses Belajar Mengajar di Sekolah pada Mata Pelajaran TIK Tingkat SMP. Majalengka, Jawa Barat
·         Cece Wijaya dkk, Upaya Pembaharuan Dalam Pendidikan dan Pengajaran, (Bandung : Remaja Karya, 1988) 
·         Dimyati, Dr., Muljiono, Drs., Belajar dan Pembelajaran, Jakarta : Rineka cipta, 2002
·         http://www.scribd.com/doc/11710131/Makalah-Aplikasi-Teknologi-Pendidikan

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN


RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN
(RPP)
Nama Sekolah          : SMPN I SUMBERGEMPOL
Mata Pelajaran         : Pendidikan  Kewarganegaraan (PKN)
Kelas/Semester         : VIII (Ganjil)
Pertemuan Ke          : 1 (Satu)           
Alokasi Waktu         : 2 x 40
Standar Kompetensi   : 1. Menampilkan  perilaku  yang sesuai  dengan  nilai-nilai  Pancasila                                                   
Kompetensi Dasar           :1.3  Menunjukkan sikap positif terhadap Pancasila dalam kehidupan berbangsa dan bernegara
Indikator                  : -  Menjelaskan pentingnya sikap positif terhadap Pancasila
-  Menunjukkan sikap positif terhadap Pancasila dalam kehidupan berbangsa
TUJUAN PEMBELAJARAN
 Setelah mengikuti pembelajaran siswa diharapkan mampu :
  1. Menjelaskan  pengertian  sikap  positif  terhadap  Pancasila
  2. Menjelaskan  pengertian  sikap positif  terhadap Pancasila yang  terkandung  dalam setiap sila-sila Pancasila
  3. Menunjukkan  sikap  positif  terhadap  Pancasila dalam  kehidupan  berbangsa dan bernegara
  4. Memberikan  contoh  sikap  positif  Warga Negara  terhadap Pancasila
MATERI PEMBELAJARAN
1.      Sikap  yang  positif  dapat  diartikan  sikap  yang  baik  dalam  menghadapi sesuatu. Sikap  positif  terhadap  nilai nilai  Pancasila  berarti  sikap  yang baik dalam menanggapi  dan  mengamalkan  nilai nilai  yang  terkandung  dalam  Pancasila ,hal ini memiliki  pengertian  yaitu  dalam  setiap  tindakan  dan  perilaku  sehari hari selalu  berpedoman  atau  berpegang  teguh  pada  nilai nilai  Pancasila yang menjunjung  tinggi  harkat dan  martabat  manusia.
2.      Dalam  kehidupan  berbangsa  dan  benegara  sikap  positif  Pancasila  ditunjukkan dalam sila-sila yang ada dalam pancasila:
·         Sila Ketuhanan Yang Maha Esa
Keyakinan  terhadap  Tuhan  Yang  Maha  Esa  menjiwai  bangsa  Indonesia. Bangsa Indonesia  menghayati  kemerdekaan  sebagai  rahmat  Tuhan  Yang  Maha Kuasa, Bangsa  Indonesia  juga  mengatakan  Ketuhanan  Yang  Maha  Esa  sebagai  alah satu dasar  Negara, yaitu  menjalankan  perintah nya  dan  menjauhi  larangan nya, dan dengan  hidup  sesuai  dengan  ajaran  agama  masing  masing.
·         Sila Kemanusiaan yang Adil dan Beradap
Sikap positif pada Pancasila pada sila ke dua dapat ditunjukkan dengan cara mengakui dan memperlakukan manusia sesuai hakekat dan martabat sebagai makhluk Tuhan Yang Maha Esa,yang memiliki kesamaan derajad,hak dan kewajiban tanpa membedakan ras.
·         Sila persatuan Indonesia
Sikap positif pada pancasila khusus nya pada Sila ke tiga dapat ditunjukkan dengan cara menempatkan persatuan dan kesatuan diatas kepentingan peribadi maupun golongan.
·         Sila Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat dalam permusyawaratan/perwakilan
Sikap positif pada pancasila pada sila ke empat dapat ditunjukkan dengan cara menunjukkan sikap persamaan kedudukan hak dan kewajiban,kepentingan umum diutamakan diatas kepentingan pribadi maupun golongan dan melakukan musyawarah untuk mencapai mufakat.
·         Sila keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia
Sikap positif pada pancasila pada sila ke lima dapat ditunjukkan dengan cara menyadari hak dan kewajiban yang sama untuk menciptakan keadilan sosial dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.
  1. Menunjukkan sikap positif terhadap  Pancasila dalam  kehidupan berbangsa dan bernegara dapat  dilakukan dengan menjalin hubungan dengan Negara Negara lain,tentu saja dalam  menjalin hubungan  dengan  Negara l ain  akan  terdapat pergaulan dengan Negara lain yang memiliki Ideologi  yang  berbeda, disini lah  kita perlu  berhati  hati  dalam  menjalin  hubungan Intenasional, jangan sampai nilai nilai Pancasila sebagai dasar  Negara dan Ideologi  Nasional  goyah  karena  pengaruh  asing  yang  belum tentu  sesuai  dengan  kepribadian  bangsa kita. berbagai  ancaman  dan  tantangan terhadap  pancasila baik  yang  berupa ancaman fisik maupun  non fisik.
Anacaman fisik berupa tindakan pemberontakan bersenjata yang berusaha mengganti Ideologi Pancasila.Beberapa ancaman fisik yang pernah terjadi di Indonesia:
·         Gerakan DI/TII di Jawa Barat tahun 1949 yang di pimpin oleh S.M.Karto Suwiryo,dia memproklamasikan NII( Negara Islam Indonesia) pada 7 Agustus 1949
·         Gerakan DI/TII di Jawa Tengah yang dipimpin oleh Amir Fatah pada tahun 1951
·         Pemberontakan Kahar Muzakar di Sulawesi Selatan tahun 1952
·         Pemberontakan RMS (Republik Maluku Selatan) tahun 1950 yang di pimpin oleh Dr.Soumokil
·         Gerakan Aceh Merdeka (GAM)
·         Gegarak OPM (Organisasi Papua Merdeka)
·         Pemberontakan G 30 S/ PKI
Ancaman Pancasila yang bersifat nonfisik adalah penanaman atau memberi pengaruh dari paham Ideologi yaitu Ideologi Komunisme dan Ideologi Kapitalisme.yang dimana kedua Ideologi tersebut sangat banyak bertentangan dengan jiwa dan nilai nilai Ideologi Pancasila.
Ideologi Komunisme sangat membahayakan kehidupan berbangsa dan bernegara karena:
·         Paham  Komunisme  tidak  mengakui  ajaran  Ketuhanan  atau  tidak mengakui  ada nya  Tuhan  Yang  Maha  Esa, sehingga  kehidupan  umat beragama  tidak  mendapat  jaminan
·         Paham  Komunisme  tidak  menjamin  perlindungan  Hak  Asasi  Manusia
·         Paham  Komunisme  tidak  mengakui  adanya  pola  pikir  dan  kepribadian
·         Komunisme  menerapkan  pola  pemerintahan  diktator  di segala  bidang
·         Ajaran  Komunisme  dalam  upaya  mewujudkan n kesejahteraan  rakyat semua  alat  - alat  produksi  dikuasai  oleh  Negara.
4.      Kesetiaan  terhadap  nilai-nilai  Pancasila  harus  diwujudkan  dalam  kehidupan  nyata  baik  untuk  para  penyelenggara  Negara maupun  untuk seluruh lapisan masyarakat agar  tecipta kehidupan  yang  berkeadilan
Contoh kesetiaan terhadap Pancasila sebagai dasar Negara dan Ideologi Negara yang harus dilakukan oleh para penyelenggara Negara:
·         Mewujudkan Pemerintahan yang bersih dan berwibawa berdasarkan Pancasila dsan UUD 1945
·         Menegakkan  hukum  dan  Hak  Asasi  Manusia  menuju  Bangsa  yang  ber martabat
·         Memperkokoh  pembangunan  Nasional  guna  mewujudkan  masyarakat  yang sejahtera
·         Senantiasa  memiliki  kewaspadaan  Nasional  dalam  penyelenggaraan  Negara
Contoh sikap masyarakat terhadap Pancasila sebagai dasar Negara dan Ideologi Negara antara lain yaitu :
·         Meningkatkan  pengamalan ajaran Agama
·         Melestarikan  nilai-nilai budaya Bangsa
·         Memiliki  integritas  jati diri sehingga tidak mudah  terpengaruh oleh Negara lain
METODE PEMBELAJARAN
Ceramah bervariasi,tanya jawab,penugasan
     Sumber Belajar / Media
1 . Sumber belajar
a.Buku paket PKn kelas VIII (BSE dari Dinas Pendidikan dan Kebudayaan)
b.LKS ( Tim MGMP Pend.Kewarganegaraan  Kabupaten Tulungagung)



             2.  Media
-          CHART (Bagan)
-          Gambar
-          Kartu soal
 VI . PENILAIAN
a.       Teknik
Tes tulis
b.      Bentuk
Uraian
c.       Instrumen penilaian
Soal
1.      Jelaskan tentang pengertian sikap positif terhadap Pancasila?
2.      Jelaskan mengapa Ideologi Komunisme dapat membahayakan kehidupan berbangsa dan bernegara khusus nya Bangsa Indonesia?
3.      Sebutkan ancaman yang datang untuk mengganti Ideologi Pancasila?
4.      Sebutkan sikap positif pancasila ditunjukkan dalam sila-sila yang ada dalam pancasila?
Jawaban
1.      pengertian  sikap  positif  terhadap  Pancasila  memiliki  pengertian  dalam  setiap tindakan  dan  perilaku  sehari  hari  selalu  berpedoman  atau  berpegang  teguh pada nilai nilai Pancasila yang menjunjung tinggi harkat dan martabat manusia, tanpa  membedakan  suku, ras  maupun  golongan
2.      Ideologi  Komunisme  sangat  membahayakan  kehidupan  berbangsa dan bernegara  karena
·         Paham Komunisme tidak mengakui ajaran Ketuhanan atau tidak mengakui ada nya Tuhan Yang Maha Esa,sehingga kehidupan umat beragama tidak mendapat jaminan
·         Paham Komunisme tidak menjamin perlindungan Hak Asasi Manusia
·         Paham Komunisme tidak mengakui adanya pola pikir dan kepribadian
·         Komunisme menerapkan pola pemerintahan diktator di segala bidang
·         Ajaran Komunisme dalam upaya mewujudkan kesejahteraan rakyat semua alat alat produksi dikuasai oleh Negara.
3.      Bebrapa ancaman yang berusaha menganti Ideologi pancasila
·         Gerakan DI/TII di Jawa Barat tahun 1949 yang di pimpin oleh S.M.Kerto Suwiryo,dia memproklamasikan NII( Negara Islam Indonesia) pada 7 Agustus 1949
·         Gerakan DI/TII di Jawa Tengah yang dipimpin oleh Amir Fatah pada tahun 1951
·         Pemberontakan Kahar Muzakar di Sulawesi Selatan tahun 1952
·         Pemberontakan RMS (Republik Maluku Selatan) tahun 1950 yang di pimpin oleh Dr.Soumokil
·         Gerakan Aceh Merdeka (GAM)
·         Degarak OPM (Organisasi Papua Merdeka)
·         Pemberontakan G 30 S/ PKI
4.      sikap positif pancasila ditunjukkan dalam sila-sila yang ada dalam pancasila
·         Sila Ketuhanan Yang Maha Esa
Keyakinan  terhadap Tuhan Yang Maha Esa menjiwai bangsa Indonesia.Bangsa Indonesia menghayati kemerdekaan sebagai rahmat Tuhan Yang Maha Kuasa,Bangsa Indonesia juga mengatakan Ketuhanan Yang Maha Esa sebagai salah satu dasar Negara,yaitu menjalankan perintah nya dan menjauhi larangan nya,dan dengan hidup sesuai dengan ajaran agama masing masing
·         Sila Kemanusiaan yang Adil dan Beradap
Sikap  positif  pada  Pancasila  pada  sila ke dua dapat ditunjukkan dengan cara mengakui dan memperlakukan manusia sesuai hakekat dan martabat sebagai makhluk Tuhan Yang Maha Esa, yang memiliki  kesamaan  derajad,hak  dan  kewajiban  tanpa membedakan  ras
·         Sila persatuan Indonesia
Sikap positif  pada  pancasila  khusus nya  pada Sila ke tiga dapat ditunjukkan  dengan  cara  menempatkan  persatuan  dan  kesatuan  diatas  kepentingan  peribadi maupun  golongan
·         Sila Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat dalam permusyawaratan/perwakilan
Sikap  positif  pada  pancasila  pada  sila ke empat dapat  ditunjukkan  dengan  cara menunjukkan  sikap  persamaan  kedudukan  hak dan  kewajiban ,kepentingan  umum diutamakan  diatas  kepentingan  pribadi  maupun  golongan dan  melakukan musyawarah untuk mencapai mufakat
·         Sila keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia
Sikap  positif  pada  pancasila  pada sila ke lima dapat ditunjukkan dengan  cara menyadari hak dan kewajiban yang sama untuk  menciptakan  keadilan  sosial  dalam kehidupan  berbangsa  dan  bernegara.